Untuk memastikan kolam terapi tetap aman, air jernih, dan sirkulasi berfungsi dengan baik maka di butuhkan adanya perawatan rutin. Ini berlaku untuk kolam yang di gunakan sebagai fasilitas pribadi di rumah apalagi umum seperti di rumah sakit dan sebagainya.
Memahami perawatan kolam terapi secara mendalam sangatlah penting karena pengguna fasilitas ini biasanya membutuhkan standar higienitas yang jauh lebih ketat di bandingkan kolam rekreasi biasa. Apalagi jika kolam tersebut di gunakan untuk pemulihan cedera atau relaksasi otot, kualitas air harus selalu dalam kondisi prima.
Jika air tidak terjaga, bukankah tujuan pengobatan justru bisa terhambat? Oleh karena itu, kami ingin membagikan panduan teknis mengenai poin-poin apa saja yang harus Anda perhatikan agar fasilitas tersebut selalu siap memberikan manfaat maksimal bagi penggunanya.
Daftar Isi
Ini 6 Hal yang Perlu di Lakukan Saat Perawatan Kolam Terapi
Ada beberapa hal yang mungkin Anda lewatkan saat merawat kolam hidroterapi. Meskipun secara teknis terlihat serupa dengan kolam biasa, maintenance kolam renang terapi memiliki detail kecil yang tidak boleh di abaikan.

1. Bersihkan Kolam Secara Rutin
Jika kolam hidroterapi berada di lingkungan outdoor, jangan lupa untuk lebih rajin membersihkannya dari dedaunan dan ranting kecil yang mungkin jatuh ke area air.
Gunakan leaf skimmer untuk membersihkan daun secara rutin dan angkat ranting-ranting secara manual sebelum mengendap di dasar.
Jangan lupa juga untuk menyikat permukaan lantai serta dinding kolam agar tidak ada lendir alga yang mulai tumbuh.
Jangan hanya bagian air saja, bersihkan juga area sekitar pool deck agar permukaannya tetap kesat dan tidak licin, demi keamanan pengguna saat keluar masuk kolam.
2. Uji Kadar Kimia Kolam Terapi
Menjaga keseimbangan kimia adalah kunci kesehatan air. Jaga kadar pH air kolam terapi tetap berada di angka 7,2 – 7,6 dan klorin pada rentang 1-3 ppm.
Karena kolam terapi sering kali memiliki suhu air yang lebih hangat, bakteri cenderung lebih cepat berkembang biak jika kadar sanitasi tidak di pantau secara ketat.
Perhatikan dengan baik takaran chemical yang Anda gunakan. Jangan sampai berlebihan yang memicu iritasi kulit, namun jangan pula terlalu sedikit hingga membuat air kurang bersih.
Panduan tes pH air kolam renang juga bisa Anda simak di penjelasan kami sebelumnya secara lebih lengkap.
3. Cek Suhu Kolam
Ini adalah pembeda utamanya. Kolam renang biasa suhunya tentu lebih dingin, tapi untuk kebutuhan terapi suhunya harus di jaga agar memberikan efek penyembuhan.
Menurut pakar kesehatan, idealnya suhu kolam hidroterapi berkisar antara 33°C hingga 36°C guna merelaksasi saraf dan melancarkan sirkulasi darah.
Apakah Anda sudah mengecek suhu hari ini? Jika suhu terlalu dingin atau terlalu panas, Anda bisa mengaturnya kembali di unit water heater sesuai petunjuk pada buku panduan atau berkonsultasi dengan tenaga profesional yang memasangnya.
4. Jangan Lupa Lakukan Backwash dan Rinse Filter
Bagi Anda yang menggunakan sand filter, pastikan untuk melakukan siklus backwash dan rinse pada filter secara berkala guna membuang kotoran yang terjebak di media pasir.
Filtrasi yang tersumbat akan membuat aliran air ke dalam kolam menjadi lemah, yang tentunya akan memengaruhi distribusi panas dari mesin pemanas. Melakukan pembersihan filter secara disiplin memastikan air tetap jernih dan beban kerja mesin tetap ringan.
5. Cek Kondisi Water Heater
Mesin pemanas atau heat pump adalah jantung dari kolam terapi. Lakukan pengecekan rutin pada komponen kelistrikan dan pastikan tidak ada kebocoran pada pipa sambungan.
Karena mesin ini bekerja terus-menerus untuk menjaga suhu tetap stabil, pastikan area ventilasi mesin bersih dari debu atau tumpukan barang agar sirkulasi udara mesin tetap terjaga dan terhindar dari panas berlebih yang bisa merusak komponen internal.
Baca juga: Cara Merawat Pemanas Air Kolam Renang, Jangan Diabaikan
6. Pastikan Pompa Berfungsi dengan Baik
Pompa harus mampu mengalirkan air dengan tekanan yang stabil agar proses filtrasi dan pemanasan berjalan sinkron. Periksa keranjang pompa (strainer) dari kotoran yang menyumbat secara harian.
Pernahkah Anda mendengar suara berisik yang tidak biasa dari ruang mesin? Suara aneh pada pompa biasanya menjadi indikasi awal adanya masalah pada bearing atau seal yang harus segera di tangani sebelum pompa macet total.
Manfaat Merawat Kolam Terapi Secara Rutin
Menjaga kondisi kolam terapi tetap prima memberikan dampak positif jangka panjang, baik dari sisi fungsional maupun keamanan:
- Menjamin Higienitas Air: Sterilisasi yang terjaga memastikan pengguna aman dari risiko infeksi bakteri atau jamur saat berendam.
- Memaksimalkan Efek Terapi: Suhu yang stabil dan air yang bersih membantu otot lebih cepat rileks dan mempercepat proses pemulihan fisik.
- Mencegah Kerusakan Mesin yang Mahal: Deteksi dini pada pompa dan pemanas akan menghindarkan Anda dari biaya penggantian alat yang sangat tinggi di kemudian hari.
- Menjaga Struktur Kolam: Kadar pH yang seimbang akan mencegah korosi pada tangga stainless steel dan kerusakan pada nat keramik kolam.
Kewalahan Merawat Kolam Hidroterapi? Panggil Trijaya Pool
Kami dari Trijaya Pool menawarkan solusi yang lebih praktis bagi Anda. Jika Anda memiliki kolam air hangat atau hidroterapi tapi merasa pusing dengan kerumitan perawatannya, maka menggunakan layanan profesional kami adalah pilihan yang bijak.
Dengan pengalaman selama lebih dari 15 tahun di industri ini, kami akan pastikan kolam Anda selalu aman, sehat, dan nyaman untuk di gunakan setiap hari. Biarkan tim ahli kami yang menangani sisi teknis, sementara Anda hanya perlu fokus pada pemulihan kesehatan atau relaksasi.
Hubungi admin Trijaya Pool hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis. Layanan ini kini tersedia di berbagai kota di Indonesia termasuk Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Palembang, Bali, dan lain-lain.
FAQ
Berapa kali air kolam terapi harus di cek?
Sangat di sarankan untuk mengecek kadar pH, klorin, dan beberapa hari sekali sebelum kolam di gunakan karena suhu hangat mempercepat perubahan kondisi kimia air.
Mengapa air kolam terapi saya cepat keruh?
Ada banyak penyebabnya. Mulai dari filter yang mungkin kurang bekerja maksimal, zat kimia pH dan klorin tidak seimbang, dan lain-lain. Jadwalkan kunjungan bersama ahli hari ini supaya kami bisa bantu cek secara mendalam.
