Apakah Anda pernah mendengar istilah TDS dalam perawatan kolam renang? TDS kolam renang (Total Dissolved Solids) adalah ukuran total akumulasi semua zat padat yang terlarut di dalam air.
Zat-zat ini mencakup mineral seperti kalsium, natrium, magnesium, sisa bahan kimia kolam, debu, dan lain sebagainya.
Setelah mengetahui pengertiannya, mungkin Anda bertanya kembali, memangnya mengapa perlu memahami hal ini saat melakukan maintenance kolam renang? Padahal air terlihat jernih-jernih saja, bukan?
Daftar Isi
5 Alasan Mengapa Memahami TDS Kolam Renang Itu Penting
Mengetahui kadar padatan terlarut bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi demi kenyamanan jangka panjang kolam Anda. Berikut alasan utamanya:

- Menjaga Efektivitas Bahan Kimia: Air dengan TDS terlalu tinggi (biasanya di atas 1.500 ppm dari level awal) menjadi jenuh. Akibatnya, klorin dan obat kolam lainnya tidak bisa bekerja maksimal dalam membunuh kuman atau alga, meski dosisnya sudah ditambah.
- Menghemat Biaya Perawatan: Tanpa pengecekan TDS, Anda mungkin terus membuang-buang biaya untuk membeli klorin atau penjernih air yang tidak efektif karena air sudah terlalu jenuh untuk bereaksi dengan bahan kimia tersebut.
- Mencegah Kerusakan Peralatan: Kadar padatan terlarut yang ekstrem dapat menyebabkan korosi pada komponen logam seperti pipa, tangga, atau pompa, hingga pembentukan kerak pada dinding kolam. Ini dapat memperpendek umur peralatan kolam Anda.
- Kenyamanan dan Kesehatan Perenang: TDS tinggi sering kali menjadi penyebab utama mata merah, kulit gatal, dan rasa air yang “lengket” atau asin saat berenang. Pernahkah Anda merasa air kolam terasa berat atau beraroma aneh?
- Menentukan Waktu Kuras Air: TDS menjadi salah satu indikator untuk mengetahui kapan Anda harus membuang sebagian air dan mengisinya kembali.
Penyebab TDS Terlalu Tinggi
TDS yang tinggi biasanya terjadi seiring berjalannya waktu karena akumulasi berbagai zat yang tidak bisa menguap dari dalam kolam renang.
- Penguapan Air: Saat air menguap karena panas matahari, mineral dan zat padat tetap tertinggal. Menambah air baru tanpa mengurasnya hanya akan membuat konsentrasi padatan terus meningkat.
- Akumulasi Bahan Kimia: Setiap penambahan kaporit, shock treatment, atau obat kolam lainnya akan meninggalkan residu kimia yang menambah angka TDS secara bertahap.
- Kontaminasi Perenang: Zat organik seperti keringat, minyak kulit, hingga sisa produk perawatan seperti tabir surya dan deodoran larut ke dalam air dan mempercepat kejenuhan air.
- Faktor Lingkungan: Masuknya debu, serbuk sari, dedaunan, hingga air hujan yang membawa polutan lingkungan akan meningkatkan kadar mineral di dalam kolam.
Penyebab TDS Terlalu Rendah
Kondisi ini jarang ditemukan pada kolam lama, namun bisa terjadi karena beberapa hal berikut:
- Pengisian Air Murni: Mengisi kolam dengan air hasil olahan seperti Reverse Osmosis akan menghasilkan angka TDS sangat rendah, namun air yang terlalu murni ini justru berisiko korosif.
- Faktor Air Hujan dan Drainase: Curah hujan yang ekstrem atau tindakan menguras air kolam yang jenuh dan menggantinya dengan air baru secara besar-besaran akan menurunkan nilai TDS secara signifikan.
Baca juga: Apa Itu Test Kit Kolam Renang dan Bagamana Cara Pakainya?
Cara Mengetahui Kadar TDS di Kolam Renang
Untuk mendapatkan angka yang akurat, kami menyarankan penggunaan alat bantu agar pengecekan tidak sekadar berdasarkan perkiraan saja.

1. Persiapan Alat dan Pengambilan Sampel
Langkah pertama dimulai dengan memastikan alat TDS Meter Digital dalam kondisi bersih dan baterainya berfungsi dengan baik.
Gunakan wadah atau gelas bersih untuk mengambil sampel air kolam. Pastikan Anda mengambilnya dari kedalaman sekitar 30 cm di bawah permukaan air dan jauh dari lubang pengisian air baru agar data yang didapat benar-benar mewakili kondisi air secara keseluruhan.
2. Proses Pengukuran dengan TDS Meter
Setelah sampel air siap, nyalakan alat TDS Meter dan pastikan layar menunjukkan angka nol dengan satuan ppm (parts per million).
Masukkan ujung sensor alat ke dalam air sampel sedalam kurang lebih 2-3 cm, lalu gerakkan perlahan untuk menghilangkan gelembung udara yang menempel pada sensor. Tunggu selama beberapa detik hingga angka di layar berhenti berubah.
3. Analisis dan Evaluasi Hasil Pembacaan
Hasil yang muncul di layar harus segera dibandingkan dengan nilai dasar (baseline), yaitu kadar TDS dari air bersih yang Anda gunakan saat pertama kali mengisi kolam.
Apabila hasil pengukuran menunjukkan kenaikan lebih dari 1.500 ppm dari nilai dasar, atau jika total TDS pada kolam air tawar sudah melampaui ambang 2.500 ppm, itu merupakan indikasi kuat bahwa air sudah terlalu jenuh dan bahan kimia penjernih sudah mulai kurang efektif.
Itu dia penjelasan mengenai TDS kolam renang. Memang terdengar cukup teknis, tapi memahami ini akan sangat membantu menjaga kesehatan kolam Anda dalam waktu yang lama.
Tidak ingin pusing memikirkan hal seperti ini? Hubungi jasa perawatan kolam renang profesional seperti Trijaya Pool Perawatan.
Kami siap membantu memastikan air kolam renang di rumah Anda selalu dalam kondisi prima tanpa perlu repot melakukan pengecekan sendiri.
