Vacuumming sering menjadi tahapan perawatan yang di lewati saat pemilik sibuk. Jangan anggap sepele, masalah bisa muncul ketika kolam renang jarang di vacuum.
Banyak orang menganggap kondisi air masih terlihat jernih. Padahal kotoran di dasar kolam bekerja diam-diam bisa mengotori air kolam.
Penumpukan kotoran ini membebani peralatan penyaringan Anda. Akhirnya timbul masalah besar yang merugikan. Biaya perbaikan komponen menjadi jauh lebih mahal. Berikut rangkaian dampak nyata kelalaian pemeliharaan dasar kolam Anda.
Simak penjelasan berikut untuk mengetahui sebenarnya apa dampak membiarkan kolam renang jarang di vacuum.
Daftar Isi
1. Air Cepat Keruh Meski Sudah di Beri Kaporit
Pertama, air kolam renang menjadi cepat keruh karena kotoran organik yang menumpuk di dasar akan terus membusuk dan mengonsumsi klorin aktif secara masif sehingga kaporit kehilangan kemampuan untuk membasmi bakteri serta spora lumut yang berkembang biak dengan sangat cepat.

Kondisi ini mengecewakan pemilik kolam yang sudah rutin memberi obat penyeimbang.
Pemberian bahan kimia tidak efektif tanpa pembersihan fisik secara rutin. Berikut rincian proses penurunan kualitas air kolam Anda:
- Kotoran organik membusuk dan mengonsumsi klorin aktif secara terus-menerus. Akibatnya kadar disinfektan berkurang drastis setiap minggu.
- Lapisan tipis biofilm mulai terbentuk pada dinding kolam. Lapisan ini melindungi mikroorganisme berbahaya dari serangan zat klorin.
- Air kolam berubah keruh atau berwarna kehijauan karena akar masalah di dasar belum Anda bersihkan.
2. Alga Lebih Mudah Tumbuh dan Semakin Sulit di Kendalikan
Selanjutnya, sedimen dan kotoran organik yang menumpuk di dasar kolam dapat mendukung pertumbuhan alga. Jika di biarkan terlalu lama, alga akan semakin menyebar dan membutuhkan penanganan yang lebih intensif. Kondisi ini tidak hanya mengurangi keindahan kolam, tetapi juga membuat permukaan lantai menjadi lebih licin. Oleh karena itu, vacuuming rutin penting untuk membantu menjaga kebersihan dan kualitas air kolam.

Berikut beberapa dampak yang dapat terjadi:
- Alga yang masih dalam tahap awal biasanya lebih mudah di bersihkan melalui penyikatan dan vacuuming. Namun, koloni yang sudah berkembang luas sering memerlukan perawatan yang lebih intensif.
- Suhu hangat di wilayah tropis dapat mempercepat pertumbuhan alga. Karena itu, kolam yang jarang di bersihkan lebih berisiko mengalami air keruh, permukaan licin, dan munculnya noda pada dinding maupun lantai kolam.
3. Filter Cepat Kotor dan Kinerja Sirkulasi Menurun
Sedimen yang menumpuk di dasar kolam dapat teraduk kembali ke dalam air dan masuk ke sistem filtrasi. Akibatnya, media pasir menahan lebih banyak partikel sehingga tekanan filter meningkat lebih cepat di banding kondisi normal. Jika di biarkan terus-menerus, kinerja sirkulasi air dapat menurun dan perawatan filter menjadi lebih sering.

Berikut beberapa dampak yang dapat terjadi:
- Filter pasir lebih cepat menumpuk kotoran sehingga tekanan kerja meningkat dan aliran air kembali ke kolam menjadi berkurang.
- Frekuensi backwash dapat meningkat karena media filter lebih cepat kotor. Proses ini juga menyebabkan sebagian air kolam terbuang dan perlu di ganti.
- Akumulasi kotoran dalam jangka panjang dapat menyebabkan media pasir mengalami pemadatan atau penggumpalan sehingga efektivitas penyaringan menurun.
4. Pompa Lebih Berisiko Mengalami Masalah
Selain memengaruhi kualitas air, kolam yang jarang di-vacuum juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem sirkulasi. Kotoran yang teraduk ke dalam air berpotensi masuk ke jalur filtrasi dan menumpuk pada komponen tertentu, seperti keranjang pompa maupun impeller. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, kinerja pompa dapat menurun dan perawatan menjadi lebih sering.

Berikut beberapa kendala yang dapat terjadi:
- Kotoran halus dan partikel tertentu dapat menumpuk pada impeller sehingga aliran air menjadi kurang optimal dan sirkulasi kolam menurun.
- Keranjang pompa yang di penuhi kotoran dapat menghambat aliran air menuju sistem sirkulasi sehingga performa pompa menjadi kurang efisien.
- Apabila gangguan sirkulasi di biarkan dalam jangka panjang, kebutuhan perbaikan atau penggantian komponen dapat meningkat dan menambah biaya perawatan kolam.
Baca juga: 5 Cara Vacuum Kolam Renang, Mudah atau Susah?
Jangan Tunggu Nanti, Vacuum Kolam Renang Anda Sekarang!
Pembersihan dasar kolam secara teratur merupakan langkah perawatan paling efektif untuk menjaga kualitas air, memperpanjang usia mesin, serta menghindarkan Anda dari pembengkakan biaya renovasi akibat tumpukan kerak mineral yang mengeras.
Jika kolam Anda sudah lama tidak di bersihkan, jasa vacuum kolam renang di Trijaya Pool siap membantu.
Tim profesional kami akan melakukan maintenance secara lengkap termasuk vacuum bagian dasar kolam sampai tuntas, penjernihan air dengan obat yang tepat, dan sebagainya. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi kolam renang Anda.
FAQ
Seberapa sering sebaiknya kolam renang di-vacuum?
Idealnya lakukan setiap 3 hingga 7 hari sekali untuk kolam aktif. Pembersihan mingguan tetap di perlukan karena debu terus masuk.
Apakah air yang masih jernih berarti tidak perlu di-vacuum?
Endapan halus di dasar sering tidak terlihat saat air tenang namun tetap membebani filter air Anda. Jadi, sebaiknya tetap lakukan vacuum sesuai jadwal.
Kolam saya sudah lama tidak di-vacuum dan airnya sudah hijau, apa yang harus di lakukan?
Kondisi ini membutuhkan pengecekan kimia menyeluruh dan pembersihan filter. Hubungi tenaga ahli seperti Trijaya Pool untuk penanganan tepat.
