Air kolam yang tiba-tiba berkabut atau keruh setelah hujan menjadi salah satu masalah yang paling sering ditemui tim Trijaya Pool saat melakukan perawatan kolam renang milik pelanggan.
Penyebabnya tidak selalu berasal dari filter yang bermasalah, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh pemilihan bahan penjernih yang kurang tepat.
Di lapangan, dua bahan yang paling sering dibandingkan adalah PAC dan tawas.
Keduanya sama-sama berfungsi sebagai koagulan, tetapi memiliki cara kerja dan hasil yang berbeda terhadap kualitas air kolam.
Daftar Isi
Apa Itu PAC dan Tawas, dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Baik PAC dan tawas bekerja dengan prinsip yang sama, yaitu membantu mengikat partikel-partikel halus yang melayang di dalam air.

Setelah partikel tersebut bergabung membentuk gumpalan atau flok, kotoran akan mengendap di dasar kolam sehingga lebih mudah dibersihkan menggunakan vacuum.
Meski memiliki fungsi serupa, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
- Tawas (Aluminium Sulfat) merupakan koagulan yang sudah lama digunakan untuk menjernihkan air. Bentuknya berupa kristal atau bubuk putih dan masih banyak dipakai untuk berbagai kebutuhan pengolahan air.
- PAC (Poly Aluminium Chloride) adalah koagulan yang lebih modern dengan bentuk bubuk berwarna kekuningan. Bahan ini dirancang menghasilkan flok lebih cepat dengan dosis yang relatif lebih sedikit dibandingkan tawas.
Nah, agar lebih mudah dipahami, bayangkan partikel kotoran di dalam kolam seperti debu yang beterbangan di udara. Baik PAC maupun tawas berfungsi seperti perekat yang mengumpulkan debu tersebut menjadi gumpalan yang lebih besar.
Setelah itu, gumpalan akan turun ke dasar kolam sehingga proses pembersihan menjadi jauh lebih mudah.
Perbedaan PAC dan Tawas yang Paling Berdampak pada Kolam Renang
Memilih antara PAC dan tawas tidak sebatas soal harga bahan kimia. Ini juga memengaruhi kestabilan kualitas air, kemudahan perawatan, serta biaya operasional kolam dalam jangka panjang.

Berikut ini penjelasannya.
1. Pengaruh Terhadap pH Air
Tawas untuk kolam renang cenderung menurunkan pH air setelah diaplikasikan. Akibatnya, pemilik kolam sering perlu menambahkan soda ash agar pH kembali ke kisaran ideal. Sebaliknya, PAC lebih stabil sehingga perubahan pH biasanya tidak terlalu signifikan.
2. Kecepatan dalam Menggumpalkan Kotoran
PAC umumnya membentuk flok (gumpalan) yang lebih padat dan lebih cepat mengendap. Kondisi ini memudahkan proses vacuum karena endapan tidak mudah pecah kembali. Pada tawas, flok cenderung lebih ringan sehingga lebih mudah teraduk dan membuat air kembali keruh saat proses pembersihan.
3. Jumlah Endapan yang Dihasilkan
Dalam volume air yang sama, penggunaan tawas biasanya menghasilkan lumpur endapan lebih banyak dibandingkan PAC. Semakin banyak endapan, semakin lama pula proses vacuum yang diperlukan hingga kolam benar-benar bersih.
Perlu dipahami bahwa hasil penggunaan kedua bahan tersebut tidak selalu sama pada setiap kolam. Efektivitas dosis dapat berbeda tergantung kondisi awal pH, tingkat kesadahan air, tingkat kekeruhan, serta performa sistem filtrasi yang digunakan. Oleh karena itu, penentuan dosis sebaiknya disesuaikan dengan kondisi aktual kolam, bukan menggunakan takaran yang sama untuk semua kasus.
Baca juga: Ini Dampak Terlalu Banyak Menambahkan Obat Kolam Renang!
Mengapa PAC Lebih Direkomendasikan untuk Kolam Renang Rumahan?
PAC lebih direkomendasikan untuk kolam renang rumahan bukan karena lebih mahal atau lebih modern, melainkan karena hasil kerjanya lebih konsisten dan lebih mudah dikendalikan dalam perawatan sehari-hari.

Dalam praktik perawatan kolam, PAC juga lebih sering dipilih karena mampu menjernihkan air tanpa menyebabkan perubahan pH yang terlalu drastis, sehingga kebutuhan penyesuaian bahan kimia berikutnya menjadi lebih sedikit.
Beberapa alasan utamanya meliputi:
Lebih efisien dalam penggunaan bahan kimia. Meskipun harga tawas umumnya lebih ekonomis, penggunaannya sering diikuti kebutuhan soda ash untuk mengembalikan pH air. Sebaliknya, dosis PAC biasanya hanya sekitar 30 hingga 50 persen dibandingkan tawas untuk volume air yang sama sehingga penggunaan bahan kimia menjadi lebih efisien.
Lebih aman bagi komponen kolam. Air yang terlalu asam akibat penurunan pH berpotensi mempercepat korosi pada tangga stainless, sistem pemanas, hingga komponen pompa. Karena perubahan pH akibat PAC lebih stabil, risiko tersebut dapat diminimalkan.
Perawatan lebih praktis. Flok yang dihasilkan PAC lebih padat sehingga proses vacuum menjadi lebih cepat dan hasilnya lebih bersih. Air juga tidak mudah kembali keruh saat endapan disedot, sehingga cocok untuk kolam yang dirawat secara rutin.
Konsultasikan Kondisi Kolam Anda dengan Tim Trijaya Pool
Takaran PAC yang tepat tidak dapat disamakan untuk setiap kolam karena bergantung pada volume air, tingkat kekeruhan, kondisi pH, dan kondisi sistem filtrasi.
Jika Anda masih ragu menentukan penanganan yang sesuai, tim Trijaya Pool siap membantu melalui layanan konsultasi dan jasa perawatan kolam renang berkala Jabodetabek dan berbagai kota lainnya di Indonesia.
Hubungi kami melalui WhatsApp untuk menjadwalkan kunjungan atau mendapatkan rekomendasi penanganan yang sesuai dengan kondisi kolam Anda.
